“Kilang-kilang Pertamina sebagai bagian dari keluarga besar Holding Migas, kita juga pasok gasnya, seperti Cilacap, Balongan, dan Balikpapan. Ini adalah captive kita yang berpotensi menjadi big buyer. Untuk awal, volume yang akan disalurkan sekian puluh MMSCFD gas untuk Subholding Kilang,” jelasnya.
Menurutnya, dalam hal pengembangan bisnis beyond pipeline, PGN juga mulai membangun storage LNG melalui proyek revitalisasi tank LNG di Arun. Dimana, ada potensi captive tenant untuk menampung LNG. Upaya maksimal dan intensif juga terus dilakukan PGN terkait dengan pemenuhan kontrak LNG Trading yang dilaksanakan Perseroan dengan sejumlah pihak.
“Tantangan menjadi peluang yang kuat. Tahap-tahapnya sudah berjalan dan sudah ada sedikit lampu hijau berkaitan dengan kontrak LNG Trading. Kami berharap dapat memberikan hasil positif dan kedepannya bisnis ini akan dapat menopang kinerja PGN,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen PGN dalam menjaga kehandalan pasokan. Komunikasi yang intensif dengan pemerintah terus dilakukan dalam rangka mendapatkan alokasi pasokan gas.
“Selain itu, program Liability Management dengan melalukan buyback bond PGN dan Saka dijalankan Perseroan dalam upaya menjaga kinerja Perseroan,” pungkasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani/**












Respon (1)