Ayrton Senna – Grand Prix Jepang 1989
Pemenang resmi Grand Prix Jepang 1989: Alessandro Nannini, Benetton
Diskualifikasi Senna bisa dibilang paling kontroversial dalam sejarah F1. Ia kehilangan kemenangannya di GP Jepang 1989 karena bergabung kembali ke lintasan secara ilegal melalui push start dari marshal – yang mengakibatkan Prost menyegel titel juara dunia ketiga pada hari itu.
Kedua rival McLaren ini terlibat dalam pertarungan sengit sepanjang balapan untuk memperebutkan posisi terdepan hingga terjadi tabrakan di lap 47, ketika pria Prancis berbelok ke arah chicane Suzuka tepat ketika Senna melaju di sisi dalam yang memaksa keduanya crash..
BACA JUGA: Alasan F1 atau MotoGP Tak Masuk di Olimpiade
Meskipun Prost segera keluar dari mobilnya, Senna mencoba untuk melanjutkan balapan karena tahu bahwa harapannya untuk meraih titel akan berakhir. Maka sang juara dunia meminta para marshal untuk mendorong McLaren-nya ke jalan keluar, sehingga Senna dapat melanjutkan balapan dan akhirnya finis terdepan setelah menyalip pemimpin klasemen sementara, Alessandro Nannini.
Tapi, pembalap Benetton tersebut dianugerahi kemenangan setelah balapan, karena Senna didiskualifikasi akibat mendapat bantuan dari luar dan tidak masuk ke dalam chicane saat terjadi tabrakan.
Senna percaya bahwa ia didiskualifikasi karena presiden FISA, Jean-Marie Balestre, menginginkan Prost, sesama pembalap Prancis, untuk meraih gelar juara. McLaren kemudian mengajukan banding yang gagal dan tim juga menerima denda sebesar 100 ribu dolar AS, sementara Senna dijatuhi hukuman larangan mengemudi selama enam bulan.
Michael Schumacher – Grand Prix Belgia 1994
Pemenang resmi Grand Prix Belgia 1994: Damon Hill, Williams
Michael Schumacher adalah pembalap F1 terakhir sebelum Russell yang didiskualifikasi setelah memenangi sebuah balapan. Trofi pemenangnya dicabut di GP Belgia karena skid block yang sudah aus.
Pembalap Benetton, Schumacher, menampilkan performa yang dominan dan pada awalnya, menang dengan selisih waktu 13 detik, namun pemeriksaan setelah balapan menunjukkan bahwa skid block-nya telah aus lebih dari 1 mm yang membuatnya gagal meraup poin penuh. Skid block adalah papan kayu di bawah mobil, yang meningkatkan ketinggian pengendaraan dan mengurangi keuntungan dari ground effect. Skid block baru diperkenalkan pada dua balapan sebelumnya di Jerman.
Hal ini memberikan kemenangan bagi Damon Hill, yang mengurangi defisit gelar juaranya dari Schumacher menjadi 21 poin dengan lima grand prix tersisa, namun pembalap Jerman itu tetap meraih gelar perdananya pada tahun tersebut setelah tabrakan kontroversial pada putaran terakhir di Adelaide.
Sumber: Motorsport.com










