Example 970x250

Sri Mulyani Temui Dubes AS Bahas Tarif Dagang

Sri Mulyani Temui Dubes AS Bahas Tarif Dagang
Pertemuan bilateral antara Menkeu, Sri Mulyani Indrawati, dengan Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Kamala Shirin Lakhdhir, di Jakarta, pada Rabu, 16 April 2025. (Foto: Dok Kemenkeu)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia, H.E. Kamala Shirin Lakhdhir, di Jakarta, pada Rabu, 16 April 2025.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-AS di tengah ketidakpastian global.

Salah satu pokok pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah pengenaan tarif perdagangan oleh Amerika Serikat terhadap sejumlah produk dari Indonesia.

Sri Mulyani menyampaikan pandangan pemerintah Indonesia terkait kebijakan tersebut serta membuka ruang negosiasi agar dapat dicapai solusi yang adil dan saling menguntungkan.

BACA JUGA: Perintahkan Penghapusan Kuota Impor, Presiden Prabowo: Siapa Mau Impor, Silakan

BACA JUGA:  Melebihi Target RPJMN 2020-2024, Partisipasi Pemilih di Pemilu Mencapai 81 Persen

“Kami berdiskusi secara terbuka mengenai langkah-langkah yang bisa ditempuh bersama agar isu ini dapat diselesaikan dengan tetap mengedepankan asas keadilan bagi kepentingan ekonomi kedua negara dan dunia,” ujarnya.

BACA JUGA: Kementerian PU Tawarkan Proyek Bernilai Triliunan untuk Mendorong Investasi Infrastruktur

Selain isu perdagangan, Sri Mulyani juga memaparkan arah kebijakan fiskal Indonesia melalui desain Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.

Ia menegaskan, APBN mendatang akan difokuskan pada program-program prioritas yang pro-rakyat, seperti makan bergizi gratis untuk pelajar, penguatan perlindungan sosial, serta pembangunan tiga juta unit rumah untuk masyarakat.

Ia lantas mengapresiasi hubungan diplomatik yang konstruktif antara kedua negara dan menekankan pentingnya dialog terbuka dalam menghadapi tantangan global yang kompleks. Termasuk dinamika geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia.

BACA JUGA:  MenPANRB Tetapkan Skema Kerja Fleksibel untuk ASN

“Pertemuan ini mencerminkan pentingnya komunikasi bilateral yang erat dan produktif untuk memperkuat kerja sama serta menciptakan solusi atas berbagai tantangan global,” ungkapnya.

Laporan : Miswar

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *