Example 970x250

Terima Penghargaan Kemensos, Ini Sederet Kerja-kerja Kemanusiaan Tagana Parigi Moutong

Koordinator Tagana Parigi Moutong, Iwan, menerima penghargaan Kemensos RI di acara HUT Tagana ke 20 di Aceh Utara Provinsi Aceh, Rabu 29 Mei 2024. (Foto: Dok Pribadi)

Perlu Regenerasi

Sejak dibentuk tahun 2008, hingga saat ini kata Iwan, ada 67 orang anggota Tagana Parigi Moutong yang aktif, turun dalam setiap peristiwa bencana. Mereka tersebar di hampir setiap kelurahan dan desa di setiap kecamatan di Parigi Moutong.

Selain memaksimalkan potensi anggota yang ada, kata Iwan mereka juga membentuk forum sahabat Tagana di daerahnya. Dari sanalah banyak informasi yang mereka peroleh yang kemudian direspon dengan cepat sebelum melakukan tindakan.

“Forum ini sangat membantu kerja-kerja kemanusiaan kami. Banyak informasi yang terupdate dari  komunikasi di forum itu,” tambahnya.

Selain memaksimalkan potensi teresbut, Iwan mengaku sudah waktunya untuk memikirkan regenerasi untuk Tagana Parigi Moutong. Dengan bertambahnya personil, terutama dari kalangan muda, diharapkan bisa memberi dampak yang lebih luas atas penanganan setiap peristiwa bencana.

BACA JUGA:  38 Orang Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis Polda Sulteng

“Kalau personil kita lebih banyak, ini akan memudahkan kerja-kerja kemanusiaan di lapangan. Saya pikir kita sudah waktunya untuk memikirkan regenerasi. Ini yang harus dipikirkan bersama dengan pihak Pemda, melalui dinas terkait dan pemerintah pusat,” kata Iawan.

Ditanya soal profesinya sejauh ini, Iwan mengaku ia masih menjalani pekerjaan kantoran di Dinas Sosial Parigi Moutong sebagai tenaga honorer.

Iwan adalah warga Kecamatan Ampibabo. Ia selalu berada di Parigi di waktu-waktu hari kantor. Untuk menghemat pengeluaran, Iwan mengaku memanfaatkan markas Tagana untuk dijadikan tempat menginap ketika ia di Parigi.

Semangatnya tetap membara sebagai relawan, meskipun sebagai masyarakat biasa, ia dan rekan-rekannya juga punya harapan atas pekerjaan yang lebih baik, menjanjikan untuk masa depannya dan keluarganya.

“Bicara soal pekerjaan, saya pikir perlu kita pisahkan antara apa yang kita lakukan sehari-hari dengan aktifitas kita sebagai relawan. Anggota Tagana ini banyak dari teman-teman yang pekerjaannya wiraswasta. Banyak juga yang seperti kami ini, tenaga honorer di kantor pemerintah. Tapi saya yakin dan percaya, semua orang punya mimpi yang sama untuk kehidupan yang lebih baik. Beberapa teman kami juga, yang aktif di Tagana adalah PNS,” jelas Iwan.

BACA JUGA:  Enam Desa dan Kelurahan di Parigi Moutong Bakal Dipasangi Alat Peringatan Dini Tsunami

Laporan: M Sahril

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *