JURNAL LENTERA, PURWAKARTA – Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti melakukan inspeksi dan evaluasi terhadap empat ruas jalan tol di Jawa Barat, yakni Tol Jakarta-Cikampek, Tol Cikampek-Palimanan (Cipali), Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), serta Tol Cikampek-Padalarang, Selasa, 28 Januari 2025.
Inspeksi ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kesiapan jalan tol menghadapi arus mudik Lebaran 2025.
Dalam tinjauan tersebut, Wamen Diana menekankan pentingnya keselamatan pengendara sebagai prioritas utama.
BACA JUGA: Benteng Oranje Ternate, Ikon Sejarah Kini Tampil dengan Wajah Baru
“Jalan tol yang kita bangun harus aman. Jika ada lubang, harus segera diperbaiki. Keselamatan pengguna jalan adalah hal yang utama,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem di akhir dan awal tahun menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan jalan, seperti munculnya lubang. Oleh karena itu, ia meminta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk bergerak cepat dalam melakukan perbaikan.
BACA JUGA: Prabowo Tegaskan Efisiensi Anggaran dan Target Swasembada Pangan-Energi di 2025
“Air adalah musuh utama jalan. Kami sudah menekankan kepada BUJT untuk segera menangani setiap kerusakan yang muncul,” katanya.
Perbaikan dilakukan secara berkala dan juga berdasarkan laporan darurat (by-call) di titik-titik tertentu. Untuk mempercepat proses perbaikan, Wamen Diana meminta BUJT menambah jumlah tim inspeksi di lapangan.
Salah satu perhatian khusus dalam inspeksi ini adalah kondisi Tol Cipali, yang sempat mengalami peningkatan jumlah kasus ban pecah akibat lubang jalan.
“Saya mendapat laporan banyak kendaraan mengalami ban pecah dan velg rusak karena lubang di Cipali. Namun, saat saya tinjau hari ini, sudah ada perbaikan yang dilakukan. Artinya, BUJT bergerak cepat menangani kerusakan,” katanya.
Menjelang arus mudik Lebaran 2025, Wamen Diana menginstruksikan BUJT untuk segera melakukan preservasi jalan tol guna memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
“Mulai besok hingga Lebaran, kita masih punya waktu sekitar 1,5 bulan untuk perbaikan. Pada H-15 Lebaran, seluruh pekerjaan konstruksi harus dihentikan agar lalu lintas tidak terganggu. Jika kondisi cuaca mendukung, jalan akan lebih aman dari genangan air dan lubang,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti melaporkan bahwa volume kendaraan pada libur Isra Mikraj dan Imlek 2025 meningkat signifikan dibandingkan dengan periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
“Kami mencatat lonjakan volume kendaraan sebesar 36,8 persen dibandingkan arus normal, dan meningkat 10,6% dibandingkan periode Nataru kemarin,” ungkapnya.
Dalam inspeksi ini, Wamen Diana didampingi oleh Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Miftachul Munir, Direktur Jalan Bebas Hambatan Wilan Oktavian, serta Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat Sjofva Rosliansjah.
Laporan : Mifta’in










