Banjir Bandang Terjang Desa Wombo Kalonggo di Donggala, Dua Warga Dilaporkan Hilang

Banjir Bandang Terjang Desa Wombo Kalonggo di Donggala, Dua Warga Dilaporkan Hilang
Banjir bandang yang menerjang Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Selasa, 27 Mei 2025. (Foto: Screenshot Video Istimewa)

JURNAL LENTERA, DONGGALA – Banjir bandang menerjang Desa Wombo Kalonggo, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 27 Mei 2025, pukul 15.30 WITA.

Berdasarkan data sementara yang rilis Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Donggala, banjir bandang tersebut diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga, mengakibatkan sungai di Desa Wombo Kalonggo banjir hingga meluap.

Akibatnya, satu unit jembatan di Desa Wombo Kalonggo terputus. Bahkan, sejumlah sekolah juga dilaporkan ikut terdampak banjir.

BACA JUGA: Kebakaran Speed Boat di Touna, Motoris dan ABK Nyaris Menjadi Korban

Tidak hanya itu, data tersebut, juga merilis 300 warga terpaksa mengungsi di rumah-rumah keluarganya di Desa Wombo Induk dan Wombo Panau. Bahkan, dua orang lanjut usia (Lansia), Raho (55 tahun) dan Ramsia (60 tahun) warga Desa Wombo Kalonggo juga dilaporkan hilang akibat peristiwa tersebut.

BACA JUGA:  Literasi di Kabupaten Parigi Moutong Menurun

BACA JUGA: Pick-Up Pembawa Rombongan Hiburan di Banggai Masuk Jurang, Tujuh Orang Dilaporkan Luka-luka

Tagana Kabupaten Donggala, juga melaporkan telah menyusun langkah-langkah penanganan pascabanjir yang akan dilakukan besok, Rabu, 28 Mei 2025. Mulai dari melaksanakan assessment, berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Wombo Kalonggo dan Wombo Induk, serta mendirikan dapur umum.

Selain itu, Taganan Donggala juga telah melakukan breaving bersama Pemerintah Kecamatan Tanantovea, Pemerintah Daerah (Pemda), dan Basarnas untuk melakukan pencarian dua warga yang hilang akibat banjir bandang.

Dalam data sementara tersebut, juga dirilis sejumlah kebutuhan mendesak berupa makanan siap saji, sandang, tenda, air minum, selimut, air bersih, kebutuhan balita dan batita.

BACA JUGA:  Berikut Tujuh Desa Tertinggal di Parimo, Teratas Salubanga

Selain Tagana, unsur SAR yang terlibat terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Mahasiswa Fakultas Kedokteran Untad, relawan Unisa, SDM PKH wilayah Kecamatan Labuan dan Tanantovea.

Laporan : Mifta’in