Ragam  

DPRD Parigi Moutong Ingatkan Potensi Bencana Imbas Pertambangan Emas Ilegal

DPRD Parigi Moutong Soroti Inkonsistensi Kebijakan Tata Ruang dan Pertanian
Anggota DPRD Parigi Moutong, Mohamad Irfain. (Foto: DENI RINALDI)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Mohamad Irfain, memperingatkan potensi bencana yang bakal ditimbulkan akibat maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Tinombo Selatan.

Menurut Irfain, aktivitas PETI di Kecamatan Tinombo sudah berada di titik mengkhawatirkan. Sebab, lokasi PETI tersebut sudah semakin meluas.

Meskipun, di lokasi PETI tersebut, sebagian penambang ilegal masih menggunakan cara tradisional. Bahkan, kondisi kerusakan di lokasi PETI tersebut diperparah dengan penggunaan alat berat.

BACA JUGA: Kapolda Sulteng Sebut Kapolres Parigi Moutong Baru Sudah Dititipi Kasus Tambang Emas Ilegal

“Kondisi PETI di Kecamatan Tinombo sudah semakin merusak lingkungan. Bahkan, telah mengancam keselamatan warga. Sebagai wakil rakyat yang terpilih dari Dapil II, saya pun sudah sangat khawatir dengan kondisi di sana. Kalau terus dibiarkan, akan terjadi bencana,” ujar Irfain di Parigi, pada Rabu, 14 Mei 2025.

BACA JUGA:  Bahaya Virus Corona Varian Delta, dr. Muhammad Mansyur Khawatir Sudah Masuk di Parigi Moutong

BACA JUGA: Bappelitbangda Parigi Moutong Godok Dokumen RPJMD 2025-2030

Ia menagatakan, sejumlah titik kawasan di Kecamatan Tinombo Selatan telah mengalami kerusakan nyata akibat aktivitas PETI.

Parahnya, aktivitas PETI tersebut, juga telah menimbulkan keresahan sosial dan konflik di tengah masyarakat karena minimnya pengawasan.

“Aktivitas PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga sudah berimbas terciptanya konflik horizontal. Kondisi itu sangat berhabaya jika terus dibiarkan,” katanya.

Irfain mengaku sering kali menerima berbagai laporan dari masyarakat terkait aktivitas PETI di Kecamatan Tinombo.

Ia lantas berjanji untuk segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian serta instansi terkait untuk mendorong penindakan tegas terhadap aktivitas PETI di Kecamatan Tinombo.

“Kami tidak menutup mata. Ini persoalan serius yang menyangkut keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” tegas Irfain.

BACA JUGA:  Pemda Parimo Gelar Peringatan Sumpah Pemuda ke-94

Lebih lanjut, Irfain meminta Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong dan aparat penegak hukum agar bertindak cepat dan tegas untuk menghentikan aktivitas PETI tersebut.

“Jangan sampai kerusakan yang terjadi akibat PETI di sana dibiarkan berlarut-larut. Harus ada tindakan nyata, bukan sekadar peringatan,” ungkapnya.

Laporan : Deni Rinaldi

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *