Example 970x250
Ragam  

Gubernur Sulteng Kukuhkan P3K Paruh Waktu dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Gubernur Sulteng Kukuhkan P3K Paruh Waktu dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama
Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, berpose bersama ribuan P3KPW usai kegiatan pengukuhan, Rabu, 31 Desember 2025. (Foto: BIRO ADPIM)

JURNAL LENTERA, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., mengukuhkan lebih dari tiga ribu tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW), Rabu, 31 Desember 2025.

Pengukuhan P3KPW tersebut merupakan rangkaian dari pelantikan 36 pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT) dan pejabat fungsional lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng di lapangan Pogombo.

Pengukuhan P3KPW formasi tahun 2025 ini, menegaskan komitmen Pemprov Sulteng bahwa tidak ada tenaga honorer provinsi yang terputus kontraknya di tengah proses penataan kepegawaian.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah daerah memastikan para honorer tetap berada dalam jalur pengabdian sebagai bagian dari aparatur sipil negara.

BACA JUGA: Keterbukaan Informasi Jadi Tolak Ukur Reformasi Birokrasi di Sulteng

Anwar Hafid menegaskan, masa perjanjian kerja P3KPW selama satu tahun akan disertai pengawasan dan evaluasi kinerja di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Ia mengingatkan agar kesempatan yang telah diberikan tidak disia-siakan.

BACA JUGA:  Pemprov Sulteng Akan Memperingati Hari Air Sedunia

BACA JUGA: Data BPBD Ungkap Lonjakan Bencana, Sulteng Masuk Status Waspada

“Kalau ada yang malas kita keluarkan dan ganti dengan yang rajin. Pemerintah membutuhkan aparatur yang mau bekerja dan menunjukkan kinerja maksimal,” tegasnya.

Ia juga memperkenalkan sistem penilaian kinerja dua arah dalam birokrasi Pemprov Sulteng. Ke depan, penilaian terhadap pimpinan tidak hanya dilakukan oleh atasan. Tetapi, juga melibatkan penilaian dari bawahan.

“Penilaian pejabat tidak semata dari pimpinan. Tetapi, juga dari bawah. Ini penting untuk membangun birokrasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Ia pun menyatakan keyakinannya bahwa para P3KPW yang dikukuhkan merupakan sumber daya terbaik yang memiliki kemauan dan keikhlasan untuk mengabdi.

“Saya percaya saudara-saudara menjadi P3K Paruh Waktu karena panggilan nurani untuk membangun Sulawesi Tengah agar lebih baik,” katanya.

Berkaitan dengan pelantikan 36 pejabat JPT serta sejumlah pejabat fungsional, ia meminta agar menjaga loyalitas, bekerja secara profesional, serta segera menunjukkan kinerja nyata.

BACA JUGA:  Pemprov Sulteng Raup Rp376 Miliar dari Dua RSUD

Ia bahkan menargetkan dalam 100 hari pertama kerja, para kepala OPD mampu menyusun data yang valid sesuai tugas pokok dan fungsi, menghadirkan inovasi dalam implementasi program 9 Berani, serta mewujudkan pelayanan publik berbasis digital minimal 60 persen.

“Saya ingin semua kepala dinas punya kreativitas untuk memaksimalkan kinerjanya. Kalau tidak bisa meyakinkan saya dengan kinerja dan program kerja yang jelas, berarti tidak cocok di posisi itu,” tandasnya.

Laporan : Mifta’in

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *