JURNAL LENTERA, PALU – Koalisi pendukung pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid-Reny Lamajido bakal bertambah. Bahkan, santer terdengar kabar partai besar akan ikut bergabung dalam koalisi Anwar-Reny.
Kabar itu terdengar usai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan dukungannya dan masuk dalam daftar koalisi pasangan Anwar-Reny.
Masuknya PKS dalam koalisi pasangan Anwar-Reny, tentu menambah jumlah kursi yang menjadi syarat untuk ikut sebagai kontestan pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak di Sulteng. Kini, jumlah kursi di koalisi pasangan Anwar-Reny sebanyak 11 kursi di DPRD Sulteng.
Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng, Hidayat Pakamundi menyatakan pasangan Anwar-Reny telah siap berkompetisi di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang dihelat pada November mendatang.
“Alhamdulillah, pasangan Anwar-Reny selangkah lagi akan menjadi peserta Pilkada Sulteng 2024. Ini berkat doa dan dukungan dari masyarakat yang selalu membersamai pasangan ini,” ujar Hidayat, Jumat, 5 Juli 2024.
BACA JUGA: Dua Bakal Calon Gubernur Sulteng Berebut Dukungan Partai Golkar
Ia mengatakan, melalui deklarasi, pihaknya ingin meresmikan pasangan ini. Sekaligus menyampaikan kepada masyarakat secara luas, bahwa pasangan Anwar-Reny telah siap berkompetisi.
Bahkan, seluruh pengusung, mulai dari Demokrat, PBB, dan PKS dipastikan hadir dalam deklarasi yang digelar pada Senin, 8 Juli 2024.
“Ketiga partai ini, termasuk DPP-nya, telah menginstruksikan untuk bergerak bersama memenangkan Anwar-Reny di Pilgub Sulteng 2024,” katanya.
BACA JUGA: Ini Tiga Nama Balon Gubernur Sulteng 2024 dari PDIP
Selain itu, ia memberikan petunjuk bahwa akan ada partai besar lain yang berpeluang bergabung dengan koalisi Anwar-Reny. Bahkan, komunikasi sudah intens dilakukan.
“Semoga deal dan bisa terealisasi. Saya belum bisa sebutkan. Clue-nya saja ya. Partai besar pokoknya,” ujar Hidayat.
Berdasarkan dinamika politik Pilgub Sulteng 2024 terkini, ada dua partai besar yang disebut-sebut belum menentukan sikap. Yaitu partai Golkar yang memiliki 8 kursi dan PDI Perjuangan dengan 7 kursi.
Editor : Roy L. Mardani












Respon (1)