Example 970x250

Nelayan Parigi Hilang saat Melaut, Perahu Korban Ditemukan Hanyut Puluhan Kilometer dari Rumpon

Nelayan Parigi Hilang saat Melaut, Perahu Korban Ditemukan Hanyut Puluhan Kilometer dari Rumpon
Tim SAR gabungan menggunakan perahu milik nelayan di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, saat melakukan operasi pencarian terhadap korban, Kamis, 5 Juni 2025. (Foto: Dok Humas KPP Palu)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Seorang nelayan, Hamsa (59 tahun) warga Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilaporkan hilang di perairan Teluk Tomini saat melaut sejak Sabtu, 31 Mei 2025.

Hingga Kamis, 5 Juni 2025, korban tak kunjung kembali. Namun, perahu bermesin katinting milik korban ditemukan dalam kondisi kosong yang jaraknya 48,152 kilometer dari lokasi rumpon miliknya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Palu, Muh. Rizal, S.H., mengatakan pihaknya telah menerima laporan hilangnya korban pada Kamis pagi, pukul 07.00 WITA.

BACA JUGA: Nelayan Hilang Kontak di Laut Banggai Ditemukan Selamat oleh Tim SAR

Menindaklanjuti laporan tersebut, kata dia, pihaknya kemudian mengerahkan tim rescue dari Pos SAR Parigi untuk membantu pencarian korban.

BACA JUGA:  Ditemukan Meninggal, Begini Kronologis Nelayan yang Sempat Hilang di Banggai

BACA JUGA: Tim SAR Gabungan Cari Anak 13 Tahun yang Hanyut di Sungai Lambunu

“Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan tim rescue untuk melakukan pencarian. Saat ini operasi SAR masih berlangsung, melibatkan aparat di kelurahan dan nelayan setempat,” ujar Rizal.

Ia menyebutkan, dalam melaksanakan operasi, tim SAR menggunakan satu unit Rescue Car dan rubber boat lengkap dengan peralatan laut, komunikasi, serta perlengkapan medis.

Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan berawan tebal. Namun, gelombang laut relatif tenang. Sehingga, pencarian dapat dilakukan secara optimal.

Ia lantas mengimbau masyarakat, terutama para nelayan di wilayah tersebut untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.

BACA JUGA:  Polda Sulteng Gelar Doa Bersama Lintas Agama Menjelang Pemilu Damai

“Kami terus berkoordinasi dengan keluarga korban, aparat di Kelurahan Bantaya, dan potensi SAR lainnya untuk memaksimalkan pencarian,” katanya.

Laporan : Multazam