Ragam  

Pemda Parigi Moutong Tingkatkan Kapasitas TP3S Demi Akselerasi Penurunan Stunting

Pemda Parigi Moutong Tingkatkan Kapasitas TP3S Demi Akselerasi Penurunan Stunting
Pembukaan kegiatan nimtek E-Monev di aula Kantor Bappelitbangda Parigi Moutong, Selasa, 18 November 2025. (Foto: 18 November 2025. (Foto: Dok Diskominfo Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus memperkuat kapasitas Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) di tingkat kecamatan sebagai langkah strategis untuk mempercepat penurunan angka stunting.

Hal itu dilakukan Pemda Parigi Moutong melalui kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) E-Monev yang dilaksanakan di aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) yang dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) H. Abdul Sahid, Selasa, 18 November 2025.

Abdul Sahid menyampaikan, peningkatan kapasitas TP3S merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Regulasi tersebut menjadi landasan hukum utama yang menyatukan seluruh kebijakan lintas kementerian, lembaga, dan Pemda agar penanganan stunting dilakukan secara terpadu serta terukur.

BACA JUGA: Hadiri Rakor Astacita, Bupati Parigi Moutong Soroti Ketahanan Pangan hingga Digitalisasi Layanan Publik

“Melalui penguatan kapasitas dan perencanaan berbasis data, kita ingin memastikan setiap intervensi berjalan tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Sertijab Pejabat Polres Banggai, Berikut Nama-namanya

BACA JUGA: Pemda Parigi Moutong Fokus Integrasikan Tata Ruang dan Lingkungan dalam RTRW Baru

Ia menjelaskan, kecamatan memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan. Dengan akses tersebut, TP3S kecamatan mampu mengidentifikasi sasaran prioritas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan anak-anak.

“Pendekatan berbasis data sangat menentukan. Kecamatan harus mampu menetapkan prioritas intervensi yang paling mendesak sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Dinas Sosial (Dinsos) Parigi Moutong, hingga organisasi masyarakat sipil.

Menurutnya, kolaborasi ini mampu mengoptimalkan sumber daya dan memperkuat aksi konvergensi di tingkat kecamatan.

Selain itu, pemantauan dan evaluasi yang sistematis menjadi syarat utama keberhasilan percepatan penurunan stunting.

Sehingga, bimtek E-Monev diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi TP3S dalam mengoperasikan aplikasi E-Monev Stunting Bangda, yang berfungsi memantau pelaksanaan aksi konvergensi secara real time.

BACA JUGA:  Kerja Sama Perumda Uwe Lino dan KSO Donggala

“Kegiatan ini, juga diarahkan untuk menyelaraskan strategi, pemahaman, dan langkah-langkah konkret di tingkat kecamatan agar sejalan dengan target nasional penurunan stunting,” tuturnya.

Ketua panitia kegiatan, Ince Pina, SE., M.Si, dalam laporannya menyampaikan penguatan aksi konvergensi pencegahan stunting telah berjalan sejak implementasi program Bina Bangsa pada 2021.

Ia menegaskan pentingnya kecamatan mengikuti seluruh tahapan aksi. Mulai dari analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi dengan input data yang valid serta akurat.

“Validitas data sangat menentukan efektivitas intervensi dan kualitas perencanaan aksi di lapangan,” tegasnya.

Laporan : Miswar

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *