JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Tiga kasus malaria teridentifikasi dari hasil pemeriksaan darah massal di enam kecamatan di Parigi Moutong. Temuan ini mendorong Satuan Tugas Penanganan KLB Malaria untuk memperketat pengawasan dan memperluas skrining hingga mencakup delapan kecamatan terdampak.
Kasus tersebut ditemukan di Kecamatan Moutong, Taopa, dan Sausu. Dua di antaranya merupakan kasus setempat, sementara satu kasus di Sausu merupakan kasus impor dari luar daerah.
Situasi ini menjadi sorotan utama dalam rapat evaluasi penanganan Siaga Darurat KLB Malaria yang digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Jum’at, 21 November 2025.
BACA JUGA: Malaria Mengancam 14 Desa di Parigi Moutong
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Parigi Moutong, Rivai, S.T, M.Si., mengatakan berdasarkan laporan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, pemeriksaan darah massal telah berjalan sejak 17 November 2025, dan akan berlangsung selama dua pekan.
BACA JUGA: Terjadi Lonjakan Kasus, Pemda Parigi Moutong Umumkan Status KLB Malaria
Enam kecamatan yang kini menjalani skrining adalah Moutong, Taopa, Bolano Lambunu, Bolano, Sidoan, dan Sausu. Sedangkan dua kecamatan lainnya, Ampibabo dan Sigenti, masih menunggu distribusi Rapid Diagnostic Test (RDT) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah untuk memulai pemeriksaan.
“Satgas juga memaparkan sejumlah kendala yang menghambat pelaksanaan skrining, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat serta sulitnya menjangkau para penambang yang enggan turun ke lokasi pemeriksaan,” ujarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, tim kesehatan akan melakukan skrining door to door untuk menjangkau warga secara langsung.
Petugas juga akan mendatangi lokasi tambang dan berkoordinasi dengan koordinator lapangan agar para pekerja dapat diarahkan mengikuti pemeriksaan RDT.
Kecamatan Sidoan mendapat perhatian khusus karena pekan depan menjadi tuan rumah MTQ tingkat kabupaten. Seluruh kafilah dari berbagai kecamatan wajib menjalani pemeriksaan RDT sebagai langkah pencegahan penyebaran malaria.
“Satgas penanganan KLB Malaria berkomitmen memperkuat penanganan secara menyeluruh. Termasuk meningkatkan edukasi, pengawasan, dan pemeriksaan di seluruh wilayah berisiko. Tujuannya untuk menekan potensi penyebaran malaria di Parigi Moutong,” tandasnya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani











Respon (1)