Wujudkan Pendidikan Setara, Pemda Parigi Moutong Gratiskan Seragam hingga Larang Pungutan Sekolah

Wujudkan Pendidikan Setara, Pemda Parigi Moutong Gratiskan Seragam hingga Larang Pungutan Sekolah
Bupati Erwin Burase, bersama istri menyerahkan seragam sekolah gratis secara simbolis dalam kegiatan yang dilaksanakan di auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis, 24 Juli 2025. (Foto: Dok Diskominfo Parigi Moutong)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, meresmikan program pembagian seragam sekolah gratis bagi seluruh siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Rabu, 24 Juli 2025. Program ini merupakan bagian dari realisasi 100 hari kerja pertama masa kepemimpinannya.

Program bertajuk “Satu Seragam untuk Sejuta Mimpi Anak Parigi Moutong” ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan keluarga serta memastikan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh anak di daerah tersebut.

Erwin Burase mengaku ingin memastikan semua anak mendapatkan hak yang sama dalam bersekolah, merasa nyaman, dan bersemangat.

BACA JUGA: DPRD Parigi Moutong Desak Perbaikan SDN Kuala Bugis

Tidak hanya seragam, Pemda Parigi Moutong juga berencana menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah lainnya seperti sepatu, tas, dan alat tulis secara bertahap.

BACA JUGA:  F1 Powerboat di Danau Toba, Erick Thohir Kerahkan BUMN

BACA JUGA: Disdikbud Parigi Moutong soal Penyaluran Sertifikasi Guru Usai Diambil Alih Kemendikdasmen

Sehingga, ia menegaskan larangan keras terhadap segala bentuk pungutan dari pihak sekolah kepada orang tua siswa.

“Saya melarang keras soal ini. Sekolah ke depan harus benar-benar tanpa biaya,” tegas Erwin Burase.

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong untuk mengakomodasi siswa yang belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar tetap bisa menerima manfaat program ini.

Termasuk, di antaranya siswa madrasah, siswa dari luar daerah yang melanjutkan pendidikan di Parigi Moutong, serta siswa SD yang belum mengikuti pendidikan anak usia dini.

“Tidak boleh ada anak yang tertinggal dari program ini. Semuanya harus dipikirkan bersama,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kesiapan Pemprov Sulteng Terkait Pembangunan Huntara di Torue

Pembagian seragam sekolah gratis dilakukan secara simbolis di ibu kota kabupaten dan serentak di 23 kecamatan lainnya melalui sambungan virtual.

Laporan : Miswar

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *