Koperasi Merah Putih Tamanmartani di Yogyakarta Jadi Percontohan Nasional

Koperasi Merah Putih Tamanmartani di Yogyakarta Jadi Percontohan Nasional
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Desa Wisata Tamanmartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditetapkan sebagai desa percontohan nasional. (Foto: Dok Kemenpar)

JURNAL LENTERA, YOGYAKARTA – Program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka pada peringatan Hari Koperasi ke-78, Juli 2025 lalu, mulai menunjukkan hasil nyata di masyarakat.

Salah satunya dirasakan di Desa Wisata Tamanmartani, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang ditetapkan sebagai desa percontohan nasional. Meski baru beroperasi dua bulan sejak 16 Juni 2025, KDMP Tamanmartani telah memiliki 895 anggota dan menjalankan empat unit usaha, yakni klinik dan apotek, simpan pinjam, sembako, serta sarana produksi pertanian.

Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, menyebut koperasi ini bukan hanya melayani kebutuhan dasar warga. Tetapi, juga berperan sebagai agregator pariwisata desa. UMKM lokal bisa menjual produk mereka langsung kepada wisatawan, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga kerajinan tangan.

“Kami menerima berbagai produk dari UMKM Desa Wisata Tamanmartani. Wisatawan tidak hanya bisa belajar beternak atau bertani, tetapi juga membawa pulang hasilnya melalui koperasi,” ujarnya.

BACA JUGA:  HIPKA NTB Siap Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Wamen Transmigrasi: Butuh Perjuangan Bersama

BACA JUGA: Dari Toko Merah hingga Masjid Jami Angke, Fadli Zon Soroti Pentingnya Pelestarian Sejarah Jakarta

Menurutnya, koperasi juga memberi akses lebih mudah ke sumber pembiayaan, seperti pinjaman mikro atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui kerja sama dengan perbankan. Fasilitas ini diharapkan membantu pelaku wisata mengembangkan usaha, memperbaiki fasilitas, dan menciptakan produk baru yang berdaya saing.

BACA JUGA: Prabowo Janji Hentikan Aliran Kekayaan Indonesia ke Luar Negeri

Pengelola Bumdes Tamanmartani, Pandu Cahyo Gustoro, menambahkan KDMP bersinergi dengan Bumdes dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memasarkan paket wisata edukasi, mulai dari jemparingan, membatik, hingga pertanian. Hasilnya, jumlah wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, mulai meningkat.

“Alhamdulillah sudah berjalan lancar dan berdampak langsung ke masyarakat. Pelaku wisata merasakan peningkatan grafik kunjungan,” katanya.

Sejumlah warga juga mengakui manfaat kehadiran KDMP. Salah satunya Prima Sintalia, pemilik toko kelontong, yang kini bisa mendapatkan barang kebutuhan pokok lebih murah dari koperasi.

BACA JUGA:  AC Milan Kehilangan Calabria karena Cedera Otot

“Selain harga lebih murah, saya bisa memberi harga yang lebih terjangkau kepada masyarakat. Respons warga sangat positif,” ungkapnya.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, menilai Koperasi Merah Putih menjadi simbol kebangkitan ekonomi berbasis gotong royong. Sekaligus instrumen pemerataan kesejahteraan di desa.

“Dengan sistem yang transparan dan digital, koperasi ini bisa mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk pariwisata. Dengan model yang terintegrasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi motor kebangkitan ekonomi desa sekaligus penggerak pariwisata lokal yang adil dan berkelanjutan,” tandasnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *