JURNAL LENTERA – Harga jual gas elpiji 3 Kg di Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tembus hingga Rp45.000 per tabung.
“Kalau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), gas elpiji 3 Kg hanya Rp16.000 per tabung. Tapi banyak pengecer yang kerjasama dengan pangkalan, sengaja menjualnya Rp25.000-Rp45.000 per tabung,” ujar salah seorang warga Kelurahan Bantaya, Yanti, Selasa, 23 November 2021.
Dia mengatakan, selain pengecer, bahkan ada salah satu pangkalan di Kecamatan Parigi yang secara terang-terangan menjual gas elpiji 3 Kg seharga Rp25.000 per tabung.
Harga tersebut, tentunya tidak sesuai dengan HET yang hanya Rp16.000 per tabung.
Anehnya, pangkalan tersebut tetap saja beroperasi dan seakan lepas dari pengawasan pemerintah.
Bahkan, pangkalan tersebut bekerja sama dan lebih memprioritaskan para pengecer ketimbang masyarakat kecil.
“Kondisi itu sudah lama terjadi. Anehnya, sampai sekarang tetap saja begitu. Seperti tidak ada pengawasan dari pemerintah. Yang kasihan itu kami, masyarakat kecil,” keluhnya.
Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Parimo, Haris Rahim, yang dikonfirmasi terkait hal itu, pada Rabu, 17 November, mengaku laporan tersebut sudah berulang kali diterimanya.
Anehnya, ia mengaku enggan menindak lanjuti laporan tersebut, karena tidak memiliki bukti kuat.
Hanya saja, pihaknya telah memberikan surat teguran kepada seluruh pangkalan yang diduga menjual gas elpiji 3 Kg diatas HET.
“Kami belum bisa menindak lanjuti laporan itu, karena tidak ada bukti kuat seperti foto. Tapi kami sudah surati seluruh pangkalan yang sengaja menjual gas elpiji 3 Kg diatas HET,” akunya.
Laporan : Roy Lasakka











