Anwar Hafid, Berkarier di Kampung Orang
Kalau Ahmad Ali mengenyam pendidikan tingi di kampus terbaik di Palu, Universitas Tadulako, belajar tentang ilmu manajemen ekonomi, maka Anwar Memilih di Makassar. Ia memilih Ilmu Pemerintahan di Universitas Hasanuddin Makassar, lulus pada 1994, menyambung kuliahnya di sekolah tinggi Diploma Ilmu Pemerintahan APDN Makassar yang ia tamatkan pada 1991.
Selepas kuliah, Anwar Hafid memilih merantau. Ia menghabiskan sebagian usia produktigf dan kariernya di bidang pemerintahan di Kabupaten Luwu Raya Sulawesi Selatan. Kareirnya dimulai dari menjadi kepala desa, beberapa kali menjabat camat, hingga asisten 1 di Pemkab Luwu Timur pada 2006-2007.
“Pada prinsipnya, saya itu orangnya tidak mau setengah-setengah. Harus total. Jadi kalau mengabdi harus total dengan segala kekuatan fisik, kekuatan pikiran, dan kekuatan segalanya,” jelas Anwar.
Sekalipun posisinya sudah termasuk mapan di kampung orang, Anwar Hafid tak lupa akan Morowali. Ia kembali ke kampung halamannya untuk mengabdi. Ia memulai langkah politik.
Ahmad Ali: Pebisnis Dermawan yang Berbahaya
Bayang-bayang Ayahnya, meskipun perlahan sudah lepas dari kuasa atas dirinya, namun pilihan Ahmad Ali tak jauh beda dengan apa yang dijalani Ayahnya. Baik Anwar maupun Ahmad Ali, sama-sama merintis karier tak jauh beda dengan Ayah mereka. Setelah menamatkan kuliah, Ahmad Ali memimilih menjadi pengusaha.
Tercatat dalam laman resmi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, suami dari Nilam Sari Lawira ini pernah menjabat sebagai direktur di sejumlah perusahaan, antara lain; PT Graha Agro Utama, PT Graha Istika Utama, PT Graha Mining Utama dan PT Tadulako Dirgantara Travel. Ia pun tercatat sebagai anggota pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Sulawesi Tengah.
“Saya menjadi pengusaha itu, sebenarnya bukan untuk memperbanyak harta. Tapi bagaimana saya bisa banyak bantu orang. Itu yang kadang-kadang bertentangan dengan banyak orang, termasuk orang tua. Saya tidak punya manajemen. Makanya untuk hari ini, saya sadar bahwa itu tidak baik. Makanya sekarang, setelah anak pertama saya sudah selesai kuliah, umurnya sudah 24 tahun, semua tangungjawab bisnis saya serahkan kepada dia,” jelasnya.












Respon (2)