Bersaing dalam Pilkada 2012
Persahabatan yang dulunya sangat akrab dan seperti kakak beradik, perlahan mulai renggang karena kondisi politik dan realitas yang terjadi pada masyarakat. Ahmad Ali merasa perlu meluruskan kembali apa yang mereka sepakati sejak awal untuk membangun daerah, tidak bisa diwujudkan Anwar Hafid pada masa jabatannya. Ahmad Ali maju bertarung pada Pilkada 2012.
Padahal pada masa itu, di masa periode pertama Anwar Hafid, banyak pihak menganggap pemerintah Morowali di bawah kendali Anwar Hafid sukup baik. Program-program seperti pendidikan gratis dan kesehatan gratis digulirkan dan banyak memberi maslahat bagi kesejahteraan masyarakat.
Tapi Ahmad Ali memandang dari sisi yang lain. Sehingga merasa perlu untuk melakukan koreksi dan perbaikan dengan jalan maju bertarung dalam kontestasi. Ia maju sebagai calon bupati. Namun sayang ada problem dalam proses pemilihan dan hasil perhitungan suara, yang berbuntut pada persengketaan di Mahkamah Konstitusi.
“Saya tidak kalah. Ketika itu, hasil keputusan MK menyatakan Pemilihan Suara Ulang (PSU) untuk seluruh TPS. Karena MK membatalkan hasil pilkada tersebut, kata Ahmad Ali.
Namun demikian, ia kembali berfikir bahwa setiap kali kontestasi ada yang kalah dan yang menang. Kalau hanya kerna keinginannya untuk memaksakan diri menjadi bupati, dengan mengikuti keputusan MK, kemudian masyarakat menjadi terkotak-kotak, lebih baik ia mundur.
“Akhirnya saya ketemu adki saya Anwar Hafid. Saya ingat waktu itu di lounge Garuda di Bandara Makassar. Saya bilang bismillah. Kemdian saya menyatakan untuk tidak ikut kontestasi itu,” tambahnya.
Dengan munculnya bahasa Ahmad Ali tersebut, dan ketika masa PSU ia tak pernah hadir di Morowali, maka Anwar kemdian lolos melenggang kembali ke kursi bupati untuk periode kedua. Pasangannya masih sama, Sumisi Umi Marunduh.
Ahmad Ali yang sengaja memilih jalan sendiri untuk merelakan Anwar Hafid kembali menjabat, ternyata punya kejutan lain. Ia justeru dipercaya oleh Surya Paloh untuk memegang Partai Nasdem di Sulawesi Tengah. Ia menjadi ketua DPW.
“Dan pada 2014 saya ikut caleg, dan Allah membuka jalan lain kepada sayauntuk menjadi Anggota DPR RI mewakili Sulteng di Senayan,” kata Ahmad Ali.












Respon (2)