Anwar Lahir dari ‘Rahim Pengabdi’
Dalam sebuah wawancara podcast April 2024 di kanal Youtube Graha Kabar 68, Anwar Hafid cerita tentang masa kecilnya, dibesarkan dari keluarga pamong. Ayahnya adalah kepala Desa Wosu yang mengakhiri karirnya sebagai Sekcam.

“Jadi saya ini memang lahir dari rahim seorang pengabdi. Sebelun saya lahir bahkan, ayah saya sudah menjadi kepala desa di kampung,” jelasnya.
Seperti Ayahnya, Anwar juga mrintis kariernya menjadi kepala desa di tanah rantau. Ia menjadi Kepala Desa Rante Bala Kabupaten Luwu, pada 1992-1997. Kariernya terus menanjak, keluar masuk birokrasi di pemerintahan Kabupaten Luwu. Tidak lumrah pada masa itu, orang luar yang menjabat posisi strategis di pemerintahan daerah.
“Ketika saya menjadi camat di Luwu Raya pada tahun 2000 itu, itu menjadi sebuah perbincangan keras. Karena di masa itu, yang akan menjadi camat, pasti kita taulah. Hampir belum pernah ada orang luar. Saya waktu itu istilahnya, termasuk ‘pecah telur’,” kenangnya.
Dalam bekerja, mengabdi tepatnya, Anwar Hafid mengaku selalu dengan totalitas. Ia bekerja hampir tak memedulikan diri dan keluarganya. Urusan rejeki kata dia sudah ada yang ngatur. Ia pasrah pada Tuhan untuk urusan itu.












Respon (2)