Sama-sama Berkantor di Senayan
Memasuki periode kedua Anwar Hafid di Morowali, wilayah yang tadinya terbelakang sebagai daerah otonomo baru, kini berubah disulap menjadi daerah yang banyak diperbincangkan. Anwar Hafid putar ortang bagaimana cara menghadirkan investor untuk berkontribusi dalam peningkatan ekonomi dan infrastruktur. Morowali semakin maju dengan kehaditran sejumlah indutri tambang.
Nah, bagmana dengan Ahmad Ali? Ia tengah meniti karier politik di nasional. Posisinya sebagai ketua DPW Nasdem Sulteng, menghantarkan dirinya sebagai Anggota DPR dan ia mualai diberi kepercayaan oleh Surya Paloh. Ia sempat menjadi bendahara umum partai. Dan pada periode kedua (2019-2024), ia dipercaya sebagai Wakil Ketua Nasdem.
Sementara Anwar Hafid, berkat kerja-kerjanya selama dua periode di Morowali, dan ia juga dipercaya sebagal DPW Partai Demokrat Sulteng, ia bisa lolos menjadi Anggota DPR RI dalam Pileg 2019. Dengan demikian, ia menyusul Ahmad Ali di Parlemen, menjadi anggota Komisi V, membidangi infrastruktur dan perhubungan. Dan pada masa itu, Ahmad Ali, selain menjabat Waketum Nasdem, ia juga duduk di Komisi III, membidangi urusan dalam negeri, sekretariat negara dan Pemilu.
Kembali Bertarung di Pilgub Sulteng
Cukup panjang lika-liku politik yang dijalani kedua putra Wosi ini, hingga akhirnya, saat ini mereka kembali dipertemukan dalam ajang Pilgub Sulteng 2024. Ahmad Ali berpasangan dengan Abdul Karim Aldjufri, sementara Anwar Hafid berpasangan dengan Reny A Lamadjido.
Pasangan AA dan AKA, sudah pasti didukung partainya masing-masing. AA diketahui adalah fungsionarir Partai Nasdem. Ia saat ini menjabat sebagai Waketum partai besutan Surya Paloh tersebut. Kursi Partai Nasdem di DPRD Sulteng hasil Pileg 2024 sebanyak 8 kursi. Sementara Partai Gerindra yang mengusung kadernya sendiri, AKA, punya 7 kursi di DPRD Sulteng hasil Pemili 14 Februari 2024 lalu.












Respon (2)