Sekali lagi ia menegaskan, bahwa pada dasrnya, ia tidak pernah mundur, tapi dua kali berjuang dan gagal karna persyaratan KTP tidak cukup.
Edukasi Politik Tiap Acara Nikahan
Boleh-boleh saja orang mencibir bahwa ia hanya sekedar cari panggung. Namun banyak orang belum sepenuhnya tahu, bahwa upaya yang ia lakukan selama ini benar-benar nyata.
Melalui video pendek yang ia kirimkan kepada media ini, ISL menunjukkan bahwa upaya mengedukasi masyarakat intens ia lakukan.
“Ini di pesta ke 261 saya mengedukasi masyarakat. Jadi bukan semudah menghayal dapat KTP masyarakat. Saya bertahun-tahun kerja keras bolak-balik Maleali-Moutong,” ungkapnya.
Nasar Pakaya, Pemuda Ongka Mantan Sekdes Kayu Jati
Mencalonkan untuk yang ketiga kalinya, ISL menggandeng Nazar Pakaya, sosok anak muda yang antusias dari Kecamatan Ongka Malino. Ia pernah menjabat Sekretaris Desa Kayu Jati Kecamatan Ongka Malino. Usianya belum genap 30 tahun, tapi ia lumayan percaya diri. Nyalinya besar.
Sekolah sejak SD hingga SMA ia selesaikan di Ongka. Nasar kemudian melanjutkan sekolah SMA di Gorontalo, sampai masuk perguruan tinggi di IAIN Sunan AMAI mengambil proram studi Bahasa Inggris. Saat ini, ia tengah menjalani kuliah di Universitas Terbuka Palu mengambil jurusan Ilmu Hukum.

Sebelum memastikan maju mendampingi ISL, Nasar sempat menjadi tim relawan saat ISL mencalonkan pada periode 2018-2023. Dari situ ia mengenal ISL dalam kerja-kerja politik di kampungnya, Ongka Malino. Dari situ pula ia mulai simpatik atas gerakan yang dibangun ISL.
“Saya kenal beliau (ISL) sejak 2017, ketika mau maju independen waktu itu. Kami membantu secara tulus ikhlas, tapi sayangnya syarat KTP kami belum cukup,” katanya.
Selama kuliah di Gorontalo, Nasar aktif di kegiatan kemahasiswaan, terutama di perpolitikan mahasiswa di kampusnya. Ia pernah menjabat ketua BEM. Dari situ ia mulai belajar ilmu politik praktis. Pengalaman itu pula yang membuat ia percaya diri, menjadi Sekdes.











Respon (2)