Example 970x250

Kementerian PU Target Rampungkan Renovasi 100 Sekolah Rakyat Akhir Juli

Kementerian PU Target Rampungkan Renovasi 100 Sekolah Rakyat Akhir Juli
Menteri PU, Dody Hanggodo. (Foto: Dok Kementerian PU)

JURNAL LENTERA, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan progres pembangunan dan renovasi fasilitas Sekolah Rakyat berjalan sesuai target. Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan akses pendidikan di seluruh Indonesia.

Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembangunan Sekolah Rakyat adalah komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak dan berstandar nasional.

“Infrastruktur yang baik adalah kunci mendukung proses belajar mengajar yang efektif dan berkualitas,” ujarnya.

BACA JUGA: Terseret OTT KPK, Menteri PU Copot Tiga Pejabat BBPJN Sumut

Pemerintah meyakini, pendidikan berkualitas adalah salah satu strategi paling efektif dalam mengentaskan kemiskinan. Karena itu, pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan dengan pendekatan lintas kementerian.

BACA JUGA: Tragedi di Rinjani, Kemenpar Tegaskan Wajib Patuhi SOP Pendakian Ekstrem

“Di mana, Kementerian PU bertanggung jawab atas aspek infrastruktur dan sarana prasarana,” katanya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Essy Asiah, menjelaskan renovasi Sekolah Rakyat tahap 1A saat ini memasuki fase akhir dengan progres fisik mencapai 90,72 persen yang ditargetkan seluruh pekerjaannya rampung pada 8 Juli 2025.

BACA JUGA:  Korlantas Polri Targetkan Disiplin Berlalu Lintas Naik Lewat Operasi Zebra 2025

“Renovasi ini merupakan transformasi awal sebelum pembangunan sekolah permanen dimulai pada tahap berikutnya,” ujar Essy Asiah di Jakarta pada Jum’at, 4 Juli 2025.

Dalam tahap 1A, terdapat 65 lokasi Sekolah Rakyat yang direnovasi. Jumlah ini bertambah dari usulan awal 45 lokasi oleh Kementerian Sosial (Kemensos), sesuai arahan Presiden yang menargetkan minimal 100 lokasi setiap tahun.

Dua lokasi terpaksa dibatalkan karena kendala teknis, pertama di Papua Pegunungan akibat masalah aksesibilitas. Sedangkan satunya lagi di Kalimantan Tengah karena bangunan masih digunakan aktif sebagai SMP.

Ia mengungkapkan, bahwa tahap 1B telah dimulai pada 4 Juli, dengan 37 lokasi baru yang telah masuk kontrak. Dengan demikian, total lokasi pada tahap 1 berjumlah 100 sekolah.

“Kita bekerja keras menyelesaikan 37 lokasi tambahan ini sebelum akhir Juli, karena akan ada launching nasional Sekolah Rakyat,” katanya.

BACA JUGA:  Wapres Ingatkan TNI-Polri Sigap Menjaga Keamanan

Ia menekankan, meskipun waktu pengerjaan terbatas, kualitas tetap menjadi prioritas utama. Renovasi difokuskan pada kerusakan ringan hingga sedang seperti perbaikan plafon, atap, dan tampilan eksterior, tanpa menyentuh struktur utama bangunan.

Dalam pelaksanaan, kata dia, pihaknya tidak mengorbankan kualitas. Sebab, sudah memprediksi jenis pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu terbatas tanpa menurunkan standar konstruksi.

“Program Sekolah Rakyat ke depannya akan terus diperluas untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan di lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung pertumbuhan intelektual,” ungkapnya.

Laporan : Multazam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *