Pria di Parigi Moutong Diamuk Massa Dalam Sel Polisi Usai Bacok Mantan Kades

Pria di Parigi Moutong Diamuk Massa Dalam Sel Polisi Usai Bacok Mantan Kades
Warga menyaksikan terduga pelaku MA saat akan dilarikan ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk mendapatkan perawatan medis usai diamuk massa di dalam sel tahanan Polsek Torue, Jum'at, 18 April 2025. (Foto: NOVITA RAMADHAN)

JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Seorang pria berinisial MA, warga Desa Tanalanto, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, nyaris tewas diamuk massa di dalam sel tahanan di Kantor Polsek Torue, Jum’at, 18 April 2025.

Peristiwa itu terjadi setelah terduga pelaku MA menyerahkan diri ke Kantor Polsek Torue usai membacok mantan Kepala Desa (Kades) setempat berinisial TH, sekitar pukul 16.45 WITA.

Massa yang merupakan keluarga korban pembacokan tiba-tiba datang ke Kantor Polsek Torue dan langsung menerobos sel tahanan dengan cara merusak gembok. Kemudian menganiaya terduga pelaku pembacokan MA.

Menurut Kapolsek Torue, IPTU Arbit, penganiayaan terhadap terduga pelaku pembacokan MA tersebut berlangsung cepat. Saat massa datang ke Kantor Polsek Torue, personel yang berjaga hanya sebanyak lima orang.

Sedangkan personel lainnya sedang bertugas melakukan pengamanan tahapan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

BACA JUGA: Pemuda Kakak Beradik di Morowali Utara Habisi Nyawa Ayah Kandung

“Dengan jumlah personel yang hanya lima orang, tentunya tidak mampu mengendalikan jumlah massa yang begitu banyak. Sehingga, kami hanya berusaha melindungi terduga pelaku MA sebisa mungkin,” ujar Arbit, yang dihubungi melalui telepon selulernya.

BACA JUGA: Dua Pemuda di Banggai Diduga Cabuli Remaja Belasan Tahun Usai Pesta Miras

Akibat peristiwa penganiayaan tersebut, kata dia, terduga pelaku pembacokan MA mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke RSUD Anuntaloko Parigi untuk mendapatkan perawatan medis.

“Saat ini terduga pelaku pembacokan MA sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Anuntaloko Parigi dengan pengawasan ketat personel dari Polsek Parigi,” katanya.

Sedangkan situasi di Desa Torue dan Tanalanto telah berangsur kondusif. Bahkan, pihak dari Satreskrim Polres Parigi Moutong telah mendatangi kedua desa tersebut dan memastikan tidak adanya aksi balasan antara kedua belah pihak.

“Warga dari kedua desa tersebut, juga sudah berjanji menahan diri dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memperkeruh situasi,” katanya.

Berdasakan informasi yang dihimpun, peristiwa pembacokan terjadi di sebuah tempat pembelian buah kakao dan kopra milik Dedit, di Desa Torue. Sebelum peristiwa pembacokan, terduga pelaku MA dan korbannya, TH Tengah mengantre untuk menjual buah kakao hasil panen.

Saat sedang mengantre, korban TH hendak mencari pakan ternak miliknya dan menitipkan buah hasil panen miliknya yang akan dijual kepada Dedit. Namun, terduga pelaku MA mengira korban berniat mendahuluinya tanpa mengantre. Seketika itu, terduga pelaku MA yang tersulut emosi langsung merebut sebilah parang milik korban dan melakukan pembacokan.

Akibatnya, korban mengalami luka tebasan parang di kepala dan pinggul bagian kiri. Setelah pembacokan, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Kantor Polsek Torue. Sedangkan korban TH dilarikan ke Puskesmas Torue untuk mendapatkan perawatan medis.

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *