JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menggelar paripurna serah terima jabatan bupati dan wakil bupati (Wabup), Rabu, 4 Juni 2025.
Rapat paripurna yang dipimpin langsung Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres M. Tonggiroh, turut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid.
Bupati Parimo, Erwin Burase mengatakan, kunci membangun daerah ini adalah senantiasa menjaga kebersamaan. Sehingga, ia mengajak DPRD Parigi Moutong untuk meningkatkab kolaborasi dengan elemen pemerintahan lainnya.
“Tidak hanya dengan pemerintahan, tapi dengan organisasi kemasyarakatan yang ada,” ujar Erwin saat menyampaikan pidatonya.
BACA JUGA: Amanat Gubernur Sulteng Tertibkan PETI, Bupati Parigi Moutong Janji Tuntaskan
Menurutnya, pemerintahan daerah setempat masih menghadapi banyak tantangan yang harus dihadapi bersama. Di antaranya persoalan tingkat kemiskinan di Parigi Moutong yang berada di angka 14,2 persen. Angka tersebut dinilainya masih cukup tinggi. Apalagi, dari angka tingkat kemiskinan tersebut, sekitat 1,92 persen merupakan kemiskinan ekstrem.
BACA JUGA: Gubernur Sulteng Melantik Bupati Parigi Moutong dan Banggai
Sedangkan tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,10 persen dan inflasi 3,32 persen dengan tingkat pertumbuhan ekonomi daerah 3,58 persen.
“Sehingga, sasaran dan fokus pembangunan Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong menjadi prioritas untuk jangka waktu lima tahun ke depan,” katanya.
Namun, sasaran dan pembangunan harus di sinergikan dengan program nasional dan Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuannya untuk menjaga eksistensi maupun keterpaduan pembangunan dari pelosok hingga level daerah.
“Untuk mempercepat pembangunan daerah secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian dasar perekonomian daerah yang ditopang dengan kemandirian unggulan maupun potensi-potensi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam rangka membangun Kabupaten Parigi Moutong, dirinya bersama Wabup Abdul Sahid mengusung visi maju, mandiri, dan berkelanjutan melalui gerbang desa.
Gerbang desa, kata dia, bermakna gerakan membangun desa. Di mana, masyarakat menjadi pelaku utama dalam pencapaian pembangunan daerah dengan mengandalkan sektor-sektor yang menjadi potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Parigi Moutong.
Berkaitan dengan itu, ada empat pilar pembangunan yang akan dilaksanakan. Pertama, pilar membangun kesehatan melalui upaya promotif, preventif, dan kuratif. Tujuannya, meningkatkan harapan hidup, menurunkan angka stunting, gizi buruk, obesitas, angka kematian, dan kematian.
Kemudian pilar pendidikan yang bertujuan meningkatkan rata-rata harapan dan lama sekolah. Setelah pilar membangun ekonomi yang bertujuan meningkatkan pendapatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, menstabilkan inflasi, kemudahan berusaha, dan menjaga iklim investasi.
Selain itu, mempermudah memperoleh pekerjaan, dan mengembangkan pariwisata berbasis wisata unggulan.
Terakhir, pilar membangun pemerintahan yang bertujuan mempermudah, mempercepat, mempermurah pelayanan yang diberikan kepada masyarakat,” ujar Erwin Burase.
Laporan : Roy Lasakka Mardani












Respon (1)