JURNAL LENTERA, PARIMO – Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, tiga kali berturut-turun meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) perdikat Pratama tingkat Nasional.
“Penyerahan penghargaan dan tropi akan diserahkan pada perayaan hari anak tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, pada 10 Agustus 2022,” ungkap Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlidungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Parimo, Kartikowati, di Parigi, Senin, 9 Agustus 2022.
Menurutnya, Kabupaten Parimo sebenarnya menargetkan KLA predikat Madya pada penilaian 2022.
Hanya saja, ada beberapa indikator yang belum dipenuhi, sehingga masih bertahan pada predikat Pratama.
Indikator tersebut, di antaranya sekolah ramah anak, dengan target 25 persen dari 1000 sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.
BACA JUGA: Sekda Parimo Pimpin Rakor KLA
“Sementara, Kabupaten Parimo baru memenuhi 25 sekolah ramah anak, dari target 250 sekolah,” tambahnya.
Namun pada penilaian KLA tahun ini, pihaknya telah membuat terobosan baru, yakni membangun koordinasi dengan pengawas sekolah, untuk membantu mendorong seluruh satuan pendidikan menciptakan sekolah ramah anak.
Kemudian, belum terpenuhinya target desa layak anak sebanyak 25 persen di Kabupaten Parimo. Sehingga, ke depan percepatan akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan dan Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
“Indikator lainnya soal pernikahan anak. Tapi, meskipun masih ditemukan di Kabupaten Parimo, tapi kasusnya mengalami penurunan, dan kami telah memiliki kiat-kiat untuk pencegahan,” ujarnya.
BACA JUGA: Program KLA, WVI Beri Dukungan ke Pemda Parimo
Bahkan, penerbitan akta kelahiran anak juga menjadi salah satu indikator penilaian KLA. Selain itu, daerah juga dituntut membentuk Pusat Informasi Keluarga (Puspaga), sebagai lembaga yang berfungsi untuk melakukan pencegahan terjadinya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.
“Jadi Puspaga ini prefentif. Berbeda dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2), yang menangani persoalan anak dan perempuan yang telah berkasus,” jelasnya.
Kartikowati berharap, ke depan Kabupaten Parimo dapat memenuhi target indikator penilaian KLA, untuk mencapai predikat Madya.
Laporan : Roy Lasakka Mardani











