banner 1280x180

Pemda Parimo Jamin Kendalikan Harga Sembako

  • Bagikan
Ilustrasi

JURNAL LENTERA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menjamin mampu mengendalikan harga sembako dan stok pangan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

“Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), penyedia pangan, baik dari pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdanganan, cukup terkendali dan baik,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Parimo, Ir. Lewis , yang ditemui usai rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Selasa, 14 Desember 2021.

Dia mengatakan, menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru, khusus di Kabupaten Parimo mengalami kenaikan harga beberapa jenis sembako.

Namun, menurutnya kenaikan harga tersebut tidak signifikan.

BACA JUGA: Harga Cabai di Parimo Merangkak Naik, Berikut Daftar Harganya

BACA JUGA: Harga Minyak Goreng Bakal Terus Naik, Ini Alasan Mendag Muhammad Lutfi

Misalnya, komiditas cabai, yang mengalami kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional.

Hanya saja, pihaknya menjamin mampu mengendalikan harga dan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Berdasarkan hasil rapat TPID, kami menyimpulkan semua dalam kondisi terkendali. Yang paling terpenting, meskipun ada kenaikan harga, stok tetap tersedia,” ujarnya.

Khusus minyak goreng, kata dia, secara nasional terjadi kenaikan harga yang diakibatkan meningkatnya harga jual bahan baku.

Namun, pihaknya memastikan pendistribusian stok tidak akan terhambat.

Sedangkan khusus ketersedian stok pangan jenis beras, jagung, dan berbagai jenis daging, berdasarkan laporan Dinas Peternakanan dan Kesehatan Hewan maupun Dinas Ketahanan Pangan setempat, masih dapat memenuhi kebutuhan di dalam dan luar daerah.

BACA JUGA: Kemendag Larang Penjualan Minyak Goreng Curah Mulai 1 Januari 2022

“Kenaikan harga memang sering terjadi di momen-momen tertentu seperti hari besar keagamaan dan menjelang tahun baru,” katanya.

Berbeda dengan gas Elpiji 3 Kg, dia mengaku telah melakukan koordinasi dengan Bagian Perekonomian Setda Parimo untuk memastikan ketersediaan stok di seluruh agen.

Bahkan, pihaknya meminta untuk dilakukan penindakan tegas terhadap oknum di agen maupun pengecer yang sengaja menjual gas Elpiji 3 Kg, yang tidak sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami juga sudah meminta bantuan kepada Kepolisian untuk melakukan pengawasan dan penindakan. Tujuannya untuk memberikan efek jerah kepada oknum yang mengambil keuntungan dari subsidi pemerintah,” pungkasnya.

Laporan : Roy Lasakka

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: KONTEN DILINDUNGI!!