Example 970x250

Rully Shabara, Seniman Palu Teriakannya Mendunia

Rully Shabara, Seniman Palu Teriakannya Mendunia
Rully Shabara Herman. (foto: micoope.com.gt)

Kenapa Senyawa?

Sebuah pertanyaan pantas diajukan untuk duo musisi ini. Rully mengaku chemistery mereka bertemu dalam keterwakilan yang saling mengimbangi. Wukir mewakili unsur alam dengan alat musik yang ia buat sendiri, sementara Rully mewakili unsur manusia lewat teknik vokal yang bisa menirukan berbagai macam ekspresi emosi manusia, bahkan bunyi-bunyi yang tak terduga yang bisa dihasilkan dari rongga suara manusia.

Rully selalu tampil dengan gaya khasnya saat di panggung; kepala plontos dan baju hitam rapi, terkadang menggunakan blazer atau jacket kulit, sepatu, dengan tatapan yang tajam pada penonton. Sementara Wirok dengan rambut hitam terurai yang selalu menunduk, seolah menghindar untuk menampakkan raut wajah sederhana khas seniman kampungnya disorot lampu panggung.

Rilly Shabara. (Foto: CTM Festival)

“Kami berdua menyatu karena mewakili dua unsur kehidupan yang saling bertentangan. Wukir mewakili alam, dan saya adalah lawannya. Itu sebabnya kami menyatu, menjadi Senyawa,” jelas Rully.

BACA JUGA:  Hasil GP Qatar, Marc Marquez: Itu bukan Jorge Martin yang Biasanya

Rully mengakui bahwa Wukir mampu menciptakan berbagi bunyi dari satu instrumen yang ia mainkan. Sehingga ia sendiri tertantang untuk mengimbangi dengan teknik vokal yang ia ciptakan sendiri. Setidaknya, bisa menyamai suara-suara yang diciptakan Wukir.

Membuat Lokakarya Ruang Jagat

Selama berkarir sebagai musisi eksperimental, Rully tidak hanya tampil bersama Wukir menjejal panggung-panggun pertunjukan di Indonesia dan luar negeri. Ia juga membuat lokakarya melalui Ruang Jagat yang ia bentuk. Hal menarik dari gerakannya melalui Ruang jagad adalah, peserta lokakarya yang tidak dibatasi hanya pada kalangan seniman. Ia membuka diri bagi siapa saja yang mau belajar vokal.

Beberapa acara yang ia gelar melalui lokakarya antara lain: Do.Re.Mi.No & Cari Padu di Biennale Jogja XIII, Raung Jagat Ensembles Tokyo di JR Tokyo Station, dan Discover Indonesia: Vocal Workshop di Royal Conservatory Glasgow, Skotlandia pada 2015. Kemduain pada tahun 2026, ia menggelar Raung Jagat-Exquisite di Festival of Live Art, Melbourne, Australia,

BACA JUGA:  Maju di Pilgub Sulteng 2024, Ini Profil Lengkap Anwar Hafid

Community Sound with Rully Shabara di Body Voice Centre, Melbourne, Australia, dan Raung Jagat RRRec Fest in the Valley di Sukabumi.