Rully Shabara, Seniman Palu Teriakannya Mendunia

Rully Shabara, Seniman Palu Teriakannya Mendunia
Rully Shabara Herman. (foto: micoope.com.gt)

JURNAL LENTERA, PALU – Setidaknya ada dua Rully yang penting di Sulawesi Tengah. Satunya Rully Azis Lamadjido, mantan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah periode 2001-2006, dan satunya lagi Rully Shabara Herman, vokalis Duo Senyawa yang lahir di Palu pada 15 Mei 1982, keluarganya banyak di Palupu. Rully Lamdjido pasti sudah dikenal di seantero jagad bumi tadulako, tapi Rully Shabara belum tentu. Namun jika kita mengetik namanya dengan lengkap di mesin pencari Google, maka akan banyak artikel maupun video yang akan ditampilkan berkaitan dengan namanya. 

BACA JUGA: Ikuti Festival Film Pendek, BNN Gandeng Seniman Poso

Meski demikian, nama Rully belum familar di kancah musik nasional, kecuali dengan mereka yang memang suka dengan musik-musik ekperimental. Di Sulteng pun demikan. Sebab kelahiran Rully sebagai seniman dimulai dari tanah rantau. Sejak SMP, Rully sudah ‘dibuang’ keluarganya ke Yogyakarta pada 1995. Ia lelaki, anak pertama yang diharapkan bisa mandiri menjadi contoh bagi adik-adiknya.

Setelah menamatkan sekolah hingga jenjang perguruan tinggi, ia betah dan memilih menetap di Yogyakarta hingga saat ini. Rully belajar Sastra Inggris di Sekolah Tinggi Bahasa Asing LIA Yogyakarta pada tahun 2000-2005. Ia sempat bekerja sesuai bidang ilmu yang ia pelajari, menjadi interpreter dan penerjemah sebelum akhirnya ia memilih mengikuti kata hatinya menjadi seniman.

BACA JUGA: HEY BOSSKU: Kritik atas Realitas Politik Hari Ini

Dalam sebuah wawancara berbahasa mandarin dengan TPAM (Tokyo Performing Arts Market), Rully mengaku ia memilih menjalani hidup sebagai seorang seniman bukan tanpa resiko. “Saya memilih berkesenian. Secara nafkah, ini jauh bila dibandingkan saya bekerja sesuai bidang. Tapi ini lebih nyaman,” jelasnya.

Rully tumbuh dalam lingkungan kesenian

Ia pernah ikut band. Rully terus mempelajari bagaimana bernyanyi yang baik, menganggap bahwa bernyanyi yang lebih serius itu sama halnya dengan melakukan sesuatu yang melibatkan alam spiritual yang dalam.

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *