Penghargaan selama berkarya
Sejak terjun di dunia kesenian secara serius pada 2004, Rully mendapat sejumlah penghargaan atas sejumlah project dalam album-album yang ia garap bersama para seniman. Tercatat pada album Trilogi Peradaban (Zoo), mereka memenangkan Album of the Year 2009 oleh DAB Magazine. Kemudian Album Prasasti (Zoo) terpilih dalam daftar Album Rock/Metal Indonesia Terbaik 2012 oleh Jakartabeat. Lagu Manusia Baru (Zoo) memenangkan Indonesian Cutting Edge Music Awards 2013 untuk kategori Best Experimental Song.
Tak hanya itu, kolaborasinya bersama Wukir melalui Duo Senyawa juga mendapat penghargan sebagai Tokoh Seni 2015-2016 pilihan Majalah Tempo untuk kategori Seni Pertunjukan. Lalu memenangkan Ars Electronica 2017 untuk kategori Digital Music and Sound melalui Project Gamelan Wizard bersama Lucas Abela & Wukir Suryadi, Annual Editor’s Choice Awards 2017 oleh Rolling Stone Indonesia, dan memenangkan Green Room Awards 2018 untuk kategori Best Music Composition and Sound Design.
Demikian Rully, namanya dikenal hingga manca negara atas dedikasi dan reputasinya di dunia seni musik ekperimental. Teknik vokal yang ia latih selama belasan tahun, bikin ia menjadi salah satu tokoh Sulawesi Tengah yang pantas dicatat.
Sayangnya, karena dasar musikalisasi mereka mengedepankan bunyi yang jernih dan tajam, tak banyak pertunjukkan yang bisa digelar di dalam negeri yang bisa memuaskan. “Di sana (luar negeri) musik itu ya bahasa sound. Kalau sound maksimal, kita juga akan maksimal mengekspresikan diri saat pentas itu,” kata Wukir dalam sebuah wawancara bersama Vice.
Namun demikian, kata Rully saat ini penikmat musik di tanah air sepertinya sudah lebih siap disuguhi musik-musik seperti yang mereka tampilkan, dibandingkan beberapa tahun sebelumnya saat Duo Senyawa di masa awal.
Tinggal orgenizer dan media saja kata Rully yang harus mendukung secara maksimal. Dan promotor yang berani untuk melakukan langkah ektrim untuk memberi panggung pada Senyawa.
“Yang membuat Senyawa banyak tampil di luar, itu karena kami bertemu dengan promotor-promotor yang tepat,” kata Rully.
Selain di Jakarta, Jogja dan bebrapa kota besar lainnya di Indonesia, Senyawa sempat pentas di Palu pada acara Seni media Palu 2018. Itulah saat dimana warga asal Palu mengenal ada seniman yang namanya Rully Shabara.
Laporan: M Sahril








Respon (3)