JURNAL LENTERA, PARIGI MOUTONG – Tiga titik pekerjaan peningkatan jalan senilai kurang lebih Rp21 miliar di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dikabarkan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Pasalnya, tiga titik pekerjaan peningkatan jalan yang menjadi temuan BPK tersebut diduga gagal konstruksi hingga mengakibatkan kerugian negara, yang ditaksir mencapai Rp5 miliar.
Diketahui, tiga titik pekerjaan jalan tersebut, yakni jalan Gio-Tulandengi dengan nilai kontrak Rp9.117.768.000. kemudian peningkatan jalan Pembuni-Bronjong dengan nilai kontrak 7.143.000.928. Terakhir peningkatan jalan trans Bimoli-Pantai dengan nilai kontrak 4.733.090.687.
Berdasarkan data LPSE, peningkatan jalan Gio-Tuladenggi dan Pembuni-Bronjong dikerjakan oleh PT Rizal Nugraha Membangun. Sedangkan proyek peningkatan jalan trans Bimoli-Pantai dikerjakan oleh CV Fita Menui Lemboano Reangku.
BACA JUGA: Asal-asalan Pekerjaan Peningkatan Ruas Jalan dan Talud Jalur Dua GOR Parigi Moutong
Ketiga proyek peningkatan jalan tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Tematik dan Fisik di Dinas PUPRP Kabupaten Parigi moutong.
Diduga, proyek peningkatan jalan di Kecamatan Moutong tersebut tidak memenuhi spek campuran Poor Graded Asphalt Concrete Wearing Course (ACWC). Hingga mengakibatkan kondisi jalan saat ini sudah dalam keadaan mulai rusak di beberapa titik. Padahal belum setahun usai dikerjakan.
Kuat dugaan susunan lapisan perkerasan jalan tidak dikerjakan dengan baik. Sehingga mengakibatkan kegagalan kontruksi atau kerusakan terhadap kontruksi jalan yang sudah terbentuk.
Sementara itu, ketiga pekerjaan peningkatan jalan tersebut, juga diketahui dimenangkan hanya dengan buangan di bawah satu persen dari pagu anggaran.
Pihak Dinas PUPRP Parigi Moutong yang dikonfirmasi terkait hal itu belum memberikan tanggapannya.
Bahkan, Sekretaris Dinas PUPRP Parigi Moutong I Nyoman Adi, yang dikonfirmasi mengarahkan untuk menanyakan persoalan tersebut kepada Bidang Bina Marga.
Sedangkan sejak Jum’at, 12 Juli 2024, Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PUPRP Parigi Moutong Wayan Mudana, baru memberikan tanggapannya via WhatsApp pada Selasa, 16 Juli 2024.
Hanya saja, Wayan Mudana mengaku belum bisa melayani sesi wawancara, karena sedang dalam keadaan kurang sehat.
Sama halnya dengan PPK ketiga proyek peningkatan tersebut Sofyan Antogia, yang coba dikonfirmasi via WhatsApp juga belum memberikan tanggapan.
Laporan : Roy L. Mardani











Respon (1)